Dijelaskan: Robot untuk mengukur tanda-tanda vital pasien Covid-19 - September 2022

Robot bernama Spot ini dikembangkan oleh Boston Dynamics dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Dikendalikan oleh perangkat genggam, ia dapat berjalan dengan empat kaki, mirip dengan seekor anjing.

Dijelaskan: Robot untuk mengukur tanda-tanda vital pasien CovidPeneliti dari MIT dan Brigham and Women's Hospital, Massachusetts menunjukkan Spot, robot, dapat mengukur suhu kulit, laju pernapasan, denyut nadi, dan saturasi oksigen darah pada pasien sehat, dari jarak 2 meter. (MIT)

Para peneliti telah menunjukkan bahwa robot dapat mengukur tanda-tanda vital seperti suhu tubuh dan laju pernapasan pada orang, dari jarak jauh. Mereka kini berencana mengujinya pada pasien dengan gejala Covid-19, dan berharap inovasi tersebut dapat mengurangi risiko yang dihadapi petugas kesehatan yang menilai orang dengan gejala Covid-19.





Robot apa ini?

Robot bernama Spot ini dikembangkan oleh Boston Dynamics dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Dikendalikan oleh perangkat genggam, ia dapat berjalan dengan empat kaki, mirip dengan seekor anjing. Peneliti dari MIT dan Brigham and Women's Hospital, Massachusetts menunjukkan bahwa alat ini dapat mengukur suhu kulit, laju pernapasan, denyut nadi, dan saturasi oksigen darah pada pasien sehat, dari jarak 2 meter.





Temuan saat ini ada di server pracetak.

Ekspres Dijelaskansekarang aktifTelegram. Klik di sini untuk bergabung dengan saluran kami (@ieexplained) dan tetap update dengan yang terbaru



Bagaimana robot melakukan pengukuran ini?

Pada robot dipasang empat kamera — satu inframerah, tiga monokrom.



SUHU TUBUH: Kamera inframerah mengukur suhu kulit di wajah. Sebuah algoritma kemudian mengkorelasikan suhu kulit wajah dengan suhu tubuh inti.

TINGKAT PERNAPASAN: Ketika pasien yang memakai masker bernapas, napas mereka mengubah suhu masker. Kamera inframerah mengukur perubahan suhu ini, memungkinkan para peneliti menghitung laju pernapasan.



TINGKAT PULSA & TINGKAT OKSIGEN: Ketika hemoglobin mengikat oksigen dan mengalir melalui pembuluh darah, itu menghasilkan sedikit perubahan warna. Perubahan ini diukur dengan bantuan tiga kamera monokrom, yang menyaring cahaya dari tiga panjang gelombang yang berbeda (670, 810, 880 nanometer). Menggunakan pengukuran ini, algoritma menghitung denyut nadi dan saturasi oksigen darah.

Sejauh mana bisa bermanfaat melawan Covid-19?



Para peneliti mengatakan bahwa di area triase di mana kasus dugaan Covid-19 berkumpul, petugas kesehatan dapat menghindari risiko, dengan mengarahkan robot ke mana pun pasien duduk. Robot juga dapat membawa tablet yang memungkinkan dokter bertanya kepada pasien tentang gejala mereka tanpa berada di ruangan yang sama.

Dalam jangka panjang, para peneliti menyarankan agar robot ini dapat ditempatkan di kamar rumah sakit.